Penyebab Otak Menjadi Rusak

Inilah hal - hal yang harus dihindari agar otak kita tidak menjadi rusak :

Jarang sarapan

Orang yang jarang sarapan di pagi hari akan memiliki tingkat gula darah yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan berkurangnya pasokan nutrisi ke otak yang mengakibatkan degenerasi otak.

Makan berlebihan

Ternyata terlalu banyak makan juga mempengaruhi stabilitas otak kita gan, karena dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah otak yang mengakibatkan penurunan drastis kekuatan mental.

Merokok

Terlalu banyak merokok dapat menyebabkan penyusutan ganda dalam otak dan berisiko besar mengidap penyakit Alzheimer yang sangat mempengaruhi kemampuan otak.

Kurang tidur

Kekurangan tidur secara jangka panjang dapat menyebabkan kematian sel-sel otak.

Kepala tertutup saat tidur

Tidur dengan kepala tertutup akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida ke dalam otak dan mengakibatkan penurunan oksigen yang menyebabkan kerusakan otak.

Bekerja terlalu keras

Ketika anda sedang bekerja terlalu keras atau sedang sakit, hal ini dapat menyebabkan tidak efektifnya kemampuan otak.

Kurang berfikir

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih otak kita, dan kurangnya stimulasi pikiran dapat menyebabkan penyusutan otak.

Konsumsi gula tinggi

Terlalu banyak kandungan gula dalam darah akan mengganggu penyerapan protein yang dapat menyebabkan gizi buruk serta mengganggu perkembangan dalam otak.

Pencemaran udara

Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh kita. Apabila kita sering menghirup polusi maka hal ini akan menurunkan efisiensi otak.

Jarang mengemukakan pendapat

Jarang menggunakan percakapan intelektual akan mendorong efisiensi otak. Jadi sering-seringlah mengemukakan pendapat untuk melatih otak anda bekerja secara maksimal dan tidak luring.
Read More..

Aspirin Dapat Mencegah Kanker

Sasak Panjang Citayam
Sebuah studi baru yang dimuat The Lancet dan The Lancet Oncology, menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap harinya ternyata dapat mengurangi 25 persen terkena penyakit kanker selama tiga tahun ke depan. Menurut Peter Rothwell, yang bekerja sebagai dosen ahli saraf di University of Oxford di Inggris, aspirin juga mampu mengurangi resiko kematian sebanyak 40 persen akibat kanker.

Hal ini menunjukkan bahwa aspirin mungkin menjadi pengobatan efektif karena penyebaran kanker mengalami penurunan untuk menyebar ke organ lain di daam tubuh. Dalam studi kedua, para peneliti juga menemukan berbagai manfaat aspirin untuk kesehatan. Diantaranya adalah penurunan resiko terkena serangan jantung dan stroke, kata Dr Stephanie Bernik, kepala bedah onkologi di Lenox Hill Hospital di New York.

Namun penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum aspirin dapat direkomendasikan sebagai obat untuk mengurangi resiko kanker. Itu karena studi baru menganalisis data dari studi sebelumnya yang tidak dirancang untuk menguji pengaruh aspirin terhadap pencegahan kanker. "Sebuah penelitian harus dirancang khusus untuk membuktikan satu hal.", Bernik menambahkan.

Di dalam studi tersebut, aspirin memang dapat mengurangi resiko kematian akibat kanker dalam jangka panjang. Namun efek aspirin terhadap kanker dalam jangka pendek serta pengaruhnya pada kanker stadium pertama belum bisa dijelaskan secara pasti.

Rothwell dan rekan-rekan melakukan analisa dari 51 data studi yang melibatkan lebih dari 77.000 orang, di mana sekitar setengah dari mereka ditugaskan untuk mengonsumsi dosis harian aspirin. Ternyata survei menunjukkan bahwa kematian akibat kanker menjadi lebih sedikit diantara mereka yang ditugaskan itu dibandingkan dengan orang yang tidak minum aspirin.

Para peneliti tersebut juga menambahkan, "Selain bermanfaat untuk mencegah kanker, ternyata mengonsumsi aspirin dalam jangka panjang memiliki efek samping berupa peningkatan resiko perdarahan gastrointestinal. Akan tetapi setelah sekitar tiga tahun lebih, peningkatan resiko perdarahan menjadi hilang. Mungkin hal ini disebabkan dari manfaat lain aspirin terhadap jantung."
Read More..

External Chest Compression Methods

Cardiac arrest may result from electric shock or asphyxia, or it can be caused by a combination of factors such as hypoxia, shock or embolism.  Absence of heart action can be recognized by the absence of pulse in the major vessels.  If the heart is interrupted for more than four minutes, irreversible damage to the brain and other vital organs will usually result due to lack of oxygen.

External chest compression (or closed-chest cardiac massage) is a method for artificially continuing the flow of blood to the central nervous system and vital organs and, hopefully, the compression will result in a spontaneous resumption of the heart beat.  If it does not, compression must be continued until effective spontaneous circulation and ventilation have been restored or a doctor assumes responsibility and directs the treatment to be stopped.

In external chest compression, pressure is applied on the patient's breastbone, which squeezes his heart and serves to simulate the normal pumping action.  At the same time, the patient's lungs must be ventilated using mouth-to-mouth resuscitation.

A methods for performing heart-lung resuscitation is:

  1. Check for pulse at either side of the windpipe on the neck.  If none is present, lift neck and extend head to open air passage
  2. Go into a kneeling position on either side of the patient.  Place the heel of one hand on the lower third of the breastbone with the fingers pointing toward the patient's armpit.  Place the other hand directly on top of the first
  3. Press downward, using your body weight, compressing the chest approximately 40-50 mm.  Release pressure immediately.  Compress the chest and release once every second, eight consecutive times.  After the eighth compression, ventilate the lungs once using the mouth-to-mouth technique
  4. This cycle should be maintained continuously, by alternating mouth-to-mouth ventilation with the chest compression.  Observe for return of spontaneous heart action every three minutes.


Read More..

How to Treatment of Jellyfish Stings

The jellyfish will leave straight tentacles on the wound or straight even burn lines. Unless stung during certain periods when the jellyfish is relatively dormant, the sting will bring on almost instantaneous pain of such intensity that the victim will faint. Many such cases have been confused with a major heart attack.

The toxin is relatively short lived. It works primarily on the central nervous system, causing paralysis to extremities followed by progressive paralysis of the vital functions until death occurs.

Treatment will almost invariably consist of C.P.R. to maintain the victim's vital functions on his behalf until the toxin has degenerated to a level where it breaks down and allows restoration of these functions.

When using these, it must be stressed that the antitoxin itself is a particularly heat sensitive drug and must be kept at the correct temperature at all times. It must also be stressed that this antitoxin must only be used when a positive identification has been made.

Under no circumstances, touch, or allow any other person to touch the wound sites or any remaining tentacle, as the result will be akin to that of the original victim.

It has been suggested that if the victim can be kept functioning for a period of ten minutes through C.P.R., there is a very good chance of survival. Once stabilized, treat as for normal stings.

Read More..
 
'